PENERAPAN ILMU LOVE LANGUAGE DI DUNIA KERJA

PENERAPAN ILMU LOVE LANGUAGE DI DUNIA KERJA


Love Language biasanya dikenal sebagai sesuatu yang ada dalam hubungan pasangan saja. Tapi sebenarnya, konsep ini nggak cuma berlaku buat pasangan aja lho. Love language juga bisa diterapkan dalam berbagai hubungan lain, seperti keluarga, teman dekat, sampai relasi di dunia kerja.

Menariknya, cara kita menunjukkan “Love Language” di tempat kerja bisa berdampak positif pada performa dan kualitas kerja. Makanya, banyak kantor yang ngadain acara keakraban biar rasa saling care dan kedekatan antar karyawan bisa tumbuh.



5 Tipe Love Language Karyawan dalam Perusahaan

Tiap orang memiliki love language yang berbeda-beda, menurut Dr. Gary Chapman, bahasa cinta dapat terbagi dalam 5 tipe seperti:

1. Sentuhan Fisik & Dorongan (Physical Touch/Encouraging Touchpoints)

Di dunia kerja, sentuhan fisik jadi salah satu love language yang ruang geraknya nggak terlalu luas untuk dilakukan (dan jangan terlalu luas, ya! Batasan antar rekan kerja itu harus ada, kamu bisa praktekan ke rekan kerja yang sama jenis) . Beberapa hal yang masuk kategori love language ini  misalnya seperti:

  • Mengajak melakukan “tos” atau jabat tangan setelah sukses menyelesaikan task atau project
  • Kontak mata dengan tersenyum yang menandakan adanya rasa respect satu sama lain
  • Menepuk pundak rekan kerja untuk menunjukan keakraban maupun apresiasi

Beberapa contoh tindakan diatas terlihat sederhana, namun jika hal ini diterapkan memungkinkan terciptanya kerukunan dan positive vibes di lingkungan kerja.



2. Menerima dan Memberi Hadiah (Receiving Gift)

Love language berikutnya adalah memberi dan menerima hadiah. Biasanya hal ini muncul di momen-momen tertentu, seperti makan bareng pas perayaan hari besar, anniversary perusahaan, dan lainnya. Bisa juga di momen yang lebih personal, misalnya ulang tahun, atau sebagai bentuk apresiasi buat seseorang yang sudah bekerja lama.

Namun tak sebatas pemberian barang seperti yang ada diatas, pemberian dan penerimaan hadiah dapat berupa kenaikan pangkat seseorang, promosi jabatan dan sebagainya.

3. Sikap Melayani (Acts of Service)

Dalam bekerja, kita pasti dituntut buat memberikan usaha terbaik supaya hasilnya juga maksimal. Tapi kadang, kerjaan yang datang bisa numpuk banget sampai bikin kita kewalahan, capek, bahkan sakit.

Love language yang satu ini muncul lewat tindakan nyata—seseorang dengan sukarela menawarkan bantuan biar pekerjaan cepat selesai atau sekadar kasih dukungan. Diawali dari ngobrol ringan sambil ngasih masukan, sampai hal kecil seperti ngambilin minum/snack, bisa berarti besar buat orang yang lagi kewalahan.


4. Kualitas Waktu (Quality Time) 

Kualitas waktu (quality time) dalam hal love language dilingkungan kerja, diartikan sebagai meluangkan waktu untuk berdiskusi atau sebatas mengobrol santai. Seseorang yang terus menerus merasakan overworked memungkinkan terjadinya perubahan performa, sikap bahkan kesehatan mereka. Quality Time dengan mengajak seseorang berdiskusi, berkolaborasi dan menyamakan persepsi mampu menjadi faktor pemulihan mereka.

Lebih luas lagi, perusahaan terkadang menyelenggarakan event internal seperti: company outing, team building, gathering dan lainnya untuk mengembalikan semangat mereka. 

Work life balance rupanya menjadi istilah yang kerap kita dengar saat ini. Dimana adanya manajemen atau keseimbangan antara bekerja, berdiskusi santai dan waktu personal. Menerapkan work life balance, berpotensi secara signifikan dalam meningkatkan moral dan kedisiplinan karyawan.



5. Ungkapan Apresiasi (Words Affirmation)

Love language yang sering dilakukan dalam kehidupan kerja adalah apresiasi. Ungkapan apresiasi (words affirmation)  berupa ucapan terimakasih, pujian, feedback dan mengucapkan selamat secara tidak langsung mampu meningkatkan performa dan motivasi mereka.

Terlihat sepele, nyatanya words affirmation berdampak besar bagi para pekerja. Ketika budaya words affirmation ada di tengah-tengah lingkungan kerja, maka akan atmosfer kerja menjadi lebih positif dan baik. 

Words Affirmation, biasanya tidak hanya dapat dilakukan secara langsung ketika saling bertemu akan tetapi dapat secara tidak langsung. Penyampaian secara tidak langsung ini bisa dilakukan dengan aplikasi komunikasi internal perusahaan.

Lalu apa saja dampak positif dari words affirmation?

1. Meningkatkan Mental Health

Salah satu fungsi words affirmation adalah meningkatkan kesehatan mental antar pemberi maupun penerima. Mengapa demikian? Implikasi positif yang berasal dari pikiran nantinya akan menyebar ke seluruh aspek pada tubuh kita.

Sering kita mendengar beberapa karyawan mengalami gangguan kesehatan mental karena adanya pressure atau tekanan yang membuat stress berat. Adanya kondisi ini memungkinkan terciptanya lingkungan kerja yang tegang dan negatif. 

Penerima apresiasi cenderung akan merasa bahagia dan lebih berambisi memberikan yang terbaik karena perasaan positif yang mereka rasakan.

2. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Adanya stimulan pembuktian untuk lebih baik lagi dalam menghasilkan pekerjaan, mampu mempengaruhi peningkatan produktivitas kinerja. Dengan demikian, juga mempengaruhi tercapainya goals perusahaan.

Disamping itu, ketika seorang karyawan diapresiasi bahkan mendapat reward tertentu, tentu juga akan berpengaruh pada karyawan lain untuk dapat melakukan hal yang sama. 

3. Meningkatkan Loyalitas pada Perusahaan

Rasa bahagia yang dirasakan oleh seorang karyawan, mendorong mereka untuk berpikir positif dan meningkatkan rasa cinta akan perusahaannya. Adanya rasa menghargai atas hasil kerja karyawan, akan mempengaruhi rasa setia atau loyalitas karyawan. 

Sehingga relasi yang terjalin tidak hanya sekedar perusahaan dan karyawan namun merasakan ikatan emosional atau keluarga.



Kesimpulan
Menerapkan Love Language di tempat kerja bisa jadi langkah sederhana untuk menciptakan suasana kerja yang lebih positif dan produktif. Tapi tetap perlu diingat, semuanya harus dilakukan dalam batas yang wajar dan profesional—hubungan cukup sebatas relasi kerja, apalagi antara lawan jenis. Jangan sampai lupa tetap menjaga diri, menghormati keluarga, dan ingat pada nilai-nilai yang kita pegang, ya!

 


Komentar