Overthinking: Don’t overthink, just let it go.
Apakah kamu pernah tiba-tiba memikirkan atau mempertanyakan sesuatu secara terus menerus, sampai-sampai rasanya seolah apa yang kamu fikirkan atau kamu pertanyakan tersebut tidak ada ujungnya?
“Gimana ya pendapat oranglain tentang aku?”
“Apa yang akan terjadi nanti sama masa depanku?
“Kenapa hidup aku gak pernah berjalan mulus?
“Kenapa dia gak pernah hubungi aku lagi, ya?”
Baik kita sadari ataupun tidak,
banyak pikiran-pikiran yang seringkali kita pertanyakan. Hal tersbut membuat
kita terus-menerus memikirkannya bahkan terlalu memikirkannya padahal terkadang
kita juga menyadari bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang sepele untuk
dipikirkan berlebihan. Dalam psikologi hal ini dikenal dengan overthinking.
Overthinking adalah suatu momen dimana individu tenggelam dalam pemikiran di otaknya sendiri yang menghasilkan suatu kecemasan dan kekhawatiran pada diri individu tersebut.
Pada dasarnya memikirkan sesuatu itu tidak selamanya selalu negatif, kok. Tetapi kalau sudah “terlalu” atau “berlebihan” maka hal ini bisa menjadi sesuatu yang negatif. Terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu, apalagi sesuatu yang sebenarnya tidak harus difikirkan malah akan membuat energi kita habis, padahal sebenarnya energi kita tersebut bisa kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat ketimbang untuk overthinking. Maka dari itu, yuk lebih kenali gejala yang muncul dan cara mengatasi overthinking!
Apa saja gejala yang muncul kalau kamu mengalami overthinking?
1. Susah tidurKetika kamu mengalami overthinking, pikiran dan otakmu terus berpikir tentang asumsi negatif di otak sehingga otak akan sulit untuk diistirahatkan. Dan ketika dipaksakakan istirahat malah muncul perasaan gelisah dan takut, sehingga tidurpun menjadi terganggu.
2. Tidak percaya dengan penilaian diri sendiri
Individu yang overthinking merasa selalu perlu orang lain untuk menilai sesuatu, dirinya tidak percaya atas penilaiannya sendiri sehingga selalu meminta penilaian orang lain.
Bukannya merasa senang atau mengapresiasi semua hal yang sudah dicapai, kamu justru khawatir dan cemas berlebihan akan masa depanmu.
Pikiran gelisah yang ada dikarenakan overthinking akan menyita waktu dan tenaga. Berfikir berlebihan bisa membuat stress, tubuh menghasilkan hormon kortisol, hormon penghasil stress. Jika hormon ini dihasilkan secara terus menerus secara konstan dapat membuat tubuh menjadi kelelahan.
5. Sakit secara fisikTerakhir dan yang lebih parahnya lagi, kamu bisa jadi dapat merasakan sakit kepala atau punggung karena overthinking. Hal tersebut merupakan tanda bahwa kamu sangat perlu mengistirahatkan diri.
Hal-hal berikut harus kamu perhatikan untuk dapat mengatasi overthinking kamu.
1. Evaluasi apa yang sebenarnya terjadi
Kamu bisa mencoba mengevaluasi hal apa yang sebenarnya membuat kamu overthinking. Kamu harus mencoba untuk peka dan jujur dengan diri sendiri. Dengan benar-benar mengetahui apa yang menjadi alasan kamu overthinking, kamu bisa lebih mudah untuk berfikir objektif untuk langkah selanjutnya.
2. Bercerita kepada orang yang kamu percaya
Kamu bisa mencoba untuk menceritakan tentang apa yang sedang menggangu fikiran kamu pada orang yang kamu percaya atau pada orang yang pernah memiliki masalah yang sama dengan kamu. Dengan itu pikiran dan perspektifmu akan semakin terbuka.
3. Menulis
Terkadang memang tidak semua hal bisa diungkapkan pada orang lain. Kamu bisa mencoba mencurahkan apa yang kamu fikirkan melalui sebuah tulisan. Kamu bisa menuliskannya di notes, catatan, diary atau bahkan blog. Kapan lagi bisa berkarya sambil self healing!
4. Fokus dengan hal yang kamu bisa kontrol.
Kamu perlu menyadari bahwa terkadang tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan dan bahwa seseorang tidaklah bisa memprediksi masa depan. Mulailah belajar untuk memfokuskan diri pada suatu hal yang kamu bisa lakukan dan kontrol. Jangan memikirkan hal-hal yang diluar kendali kamu seperti kritik orang lain yang tidak membangun, hasil dari usaha yang telah kamu lakukan, dan lain sebagainya merupakan hal-hal yang di luar kendalimu.
Mulai sekarang, yuk kita kurangi berfikir berlebihan. Tidak selalu menjadi urusan kamu untuk menjawab setiap pertanyaan yang ada di pikiranmu. Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, fokus saja dengan apa yang bisa kamu kontrol, karena ada kalanya kamu hanya perlu berusaha sebaik mungkin dan biarkan waktu yang nanti akan menjawab kegelisahanmu.
DAFTAR PUSTAKA
Bergland, C. (2017). New Research Explains Why Overthinking Can Hinder Creativity. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-athletes-way/201706/new-research-explains-why-overthinking-can-hinder-creativity
Gordon, K. H. (2019). 9 Strategies for Overcoming Overthinking. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/out-the-ivory-tower/201905/9-strategies-overcoming-overthinking
Hadi, S. A. (2020). How I Deal With Overthinking. Gama Cendekia UGM. https://gc.ukm.ugm.ac.id/2020/06/how-i-deal-with-overthinking/
Kaiser, B. N., Haroz, E. E., Kohrt, B. A., Bolton, P. A., Bass, J. K., & Hinton, D. E. (2015). “Thinking too much”: A systematic review of a common idiom of distress. Social Science and Medicine, 147, 170–183. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2015.10.044
Sofia, L., Ramadhani, A., Putri, E. T., & Nor, A. (2020).
Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup. PLAKAT (Pelayanan
Kepada Masyarakat), 2(2), 118–129.




Sangat membantu ����
BalasHapusThanks, Ferd! haha
Hapus